Jumat, 07 Oktober 2011

Jangan Kuatir

Bacaan: Lukas 12:22-32 Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu,...- Lukas 12:22 Kekuatiran menjadi momok bagi kebanyakan orang. Ada banyak hal dalam hidup ini yang membuat kita kuatir, misalnya : persoalan dalam pekerjaan, rumah tangga, masalah ekonomi, sakit penyakit yang kita derita, dll. Sebagai anak Tuhan kita bisa kuatir, tapi tidak boleh dikuasai kekuatiran. Seperti peribahasa Cina kuno berkata, “Biarkan burung-burung terbang di atasmu, tapi jangan ijinkan burung-burung itu membuat sarang di atas kepalamu.” Ada beberapa alasan mengapa kita sebagai anak Tuhan tidak boleh kuatir. Satu, sebab Tuhan telah memberikan yang paling berharga (ay. 23). Hidup itu lebih penting dari makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. Hidup adalah pemberian Tuhan yang paling berharga. Bahkan Anak-Nya yang paling Dia kasihi juga telah diberikan kepada kita, masakan Dia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita. (Roma 8:32) Dua, sebab kita berharga di mata Tuhan (ay 24). Dalam ayat itu dikatakan “ .... Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu !” Jika burung-burung gagak berharga bagi Tuhan, terlebih kita umat-Nya. Sesuatu yang berharga pasti dijaga, dilindungi dan dipelihara. Tuhan pasti menjaga, melindungi dan memelihara kita, sebab kita berharga di mata-Nya. Tiga, karena kekuatiran tidak ada gunanya (ay. 25, 26). “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya menambahkan sehasta pada jalan hidupnya.” Kekuatiran tidak bisa mengubah situasi dalam hidup kita. Apakah dengan menjadi kuatir kita bisa menyelesaikan masalah? Tentu saja tidak, sebaliknya kekuatiran justru akan menambah masalah. Keempat, sebab Tuhan bertanggungjawab atas hidup kita (ay 29, 30). Ia adalah Bapa yang baik dan bertanggungjawab atas kehidupan umat-Nya. Mustahil Ia menterlantarkan kita umat-Nya. Kelima, jika kita kuatir berarti kita tidak mempercayai Tuhan (ay.28). Kuatir berarti kita tidak percaya bahwa Tuhan sanggup memelihara kita. Kuatir berarti kita meniadakan Tuhan dan menganggap Ia tidak mampu, oleh sebab itu kuatir tidak dikehendaki Tuhan. Kekuatiran tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah baru kepada kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar